5 Alasan Orang Suka, Harry Potter (Edition)

Kamu pasti sudah tau salah satu novel legendaris yang filmnya juga sangat terkenal ini kan? Ya benar sekali! Harry Potter. Novel karangan J.K.Rowling dengan genre fantasi, fiksi remaja dan misteri ini menjadi salah satu novel fiksi paling terlaris sepanjang masa.

Novel ini mengisahkan tentang petualangan seorang penyihir remaja bernama Harry Potter dan sahabatnya, Ronald Bilius Weasley dan Hermione Jean Granger, yang merupakan pelajar di Sekolah Sihir Hogwarts. Inti cerita dalam novel-novel ini berpusat pada upaya Harry untuk mengalahkan penyihir hitam jahat bernama Lord Voldemort, yang berambisi untuk menjadi makhluk abadi, menaklukkan dunia sihir, menguasai orang-orang nonpenyihir, dan membinasakan siapapun yang menghalangi jalannya, terutama Harry Potter.

Sejak dirilisnya novel pertama, Harry Potter and the Philosopher’s Stone (di Indonesia diterbitkan dengan judul Harry Potter dan Batu Bertuah) pada tanggal 30 Juni 1997, seri ini telah mendapatkan popularitas besar, berbagai pujian kritis, dan kesuksesan komersial di seluruh dunia.

Cerita unik di balik awal Rwoling menulisnya, dimana saat itu ia menyusun ide Harry Potter pada tahun 1990 ketika sedang menunggu dalam perjalanan kereta api yang tertunda selama 4 jam dari Manchester ke London. Pikirannya tiba-tiba dibanjiri ide tentang seorang anak laki-laki yang bersekolah di sekolah sihir.

Bernasip sama dengan buku pertama, buku-buku selanjutnya dari serial Harry Potter selalu laku keras. Bahkan menjadi best seller yang terbilang sulit di geser pada masanya. Berkat kerja keras dan ketekunannya, J.K. Rowling kini memetik keberhasilannya. Ia tercatat sebagai penulis dengan kekayaan hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun, belum terhitung tahun 2021 bahkan rumor kembalinya Harry Potter pada 2022 sedang menjadi perbincangan Internasional para Potter Fans.

 

Di Tulis Saat Masa Sulit

Tahun 1991-1996 Rowling menceritakan fase dimana ia mengalami jatuh bangun. Pasca di tinggal ibunya meninggal, ia harus menghadapi masalah perceraian dan kehilangan pekerjaannya, di tambah lagi harus mengurus anaknya yang masih bayi sendirian.

Pada tahun 1995 ia tetap konsisten menulis, dan berhasil menyelesaikan buku Harry Potter yang pertama Harry Potter and the Philosopher’s Stone (Harry Potter dan Batu Bertuah). Buku ini sempat di tolak 13 kali oleh beberapa penerbit dengan alasan, ceritanya sulit di cerna anak-anak.

Setelah melalui banyak penolakan, J.K. Rowling akhirnya menemukan titik terang. Tepat pada 26 Juni 1997, novel Harry Potter and the Philosopher’s Stone akhirnya diterbitkan oleh penerbit Bloomsbury.

Tak disangka-sangka, novel yang sempat dipandang sebelah mata oleh para penerbit ini mendapat banyak apresiasi positif. Novel pertamanya ini bahkan terjual sebanyak 300.000 kopi hingga tahun 1999.

 

5 Alasan Orang Harus Suka

  • Nama-nama Karakter

Seperti halnya di sebagian besar dunia Harry Potter, Rowling tidak hanya menyebut nama seseorang untuk kepentingan itu. Oh tidak. Nama dan sifat setiap karakter adalah petunjuk yang dipikirkan dengan matang tentang seperti apa narasi mereka nantinya.

Rowling telah mengakui mengumpulkan nama-nama yang agak tidak jelas sehingga ketika sampai pada penamaan karakter baru, dia memiliki katalog yang menunggu. Beberapa favorit kami termasuk Hedwig – burung hantu peliharaan kesayangan Harry: merujuk pada salah satu pilar dari keseluruhan kisah, nama Hedwig kemungkinan merujuk pada Saint Hedwig dari Andechs, duchess of Silesia, santo pelindung anak yatim. Itu baru satu nama, belum nama yang lainnya. Rowling mengaku ia membaca banyak referensi untuk menulis daftar nama para karakternya.

 

  • Komunitas &  Luasnya imajinasi

Akui. Kalian telah memainkan permainan “Di asrama Harry Potter mana kamu berada” lebih dari sekali, bentuk patronus kalian, di asrama mana kalian ingin tinggal, telah memikirkan kelas mana yang akan dikuasai dan kalian mungkin bahkan telah memikirkan bagaimana kalian akan melakukannya.

Mencoba untuk membersihkan Umbridge dari halaman Hogwarts sekali dan untuk selamanya. Kalian mungkin juga pernah berbicara dengan teman, kolega, dan orang asing tentang hal di atas dan banyak lagi, karena apa yang diciptakan JK Rowling ketika dia memimpikan kisah ajaib ini dalam perjalanan kereta api bukan hanya kisah yang mencekam, tetapi juga seluruh komunitas anak muda yang terobsesi, dan tak jarang mereka membuka lahan bisnis dari itu semua.

Bagaimana kalian memikirkan tentang Hogwarts. Sekolah yang penuh dengan warisan, koridor rahasia, tangga bergerak, bola glamor, jubah, dan pesta tanpa akhir. Itu pasti membuat sekolah muggle kami tampak sangat membosankan dan kurang sentuhan sihir.

Tidak ada detail yang terlewat, dunia sihir adalah alternatif yang sepenuhnya terbentuk yang sekaligus terasa jauh dari kehidupan seperti yang kita kenal, tetapi masih akrab dan sepenuhnya masuk akal. Kemampuan Rowling untuk membentuk dan menemukan paralel sihir bahkan untuk tugas yang paling biasa (pergi ke bank, jalan raya penyihir, bus malam) yang berkontribusi pada keindahan keseluruhan. Digambarkan dengan baik dalam buku maupun filmnya.

 

  • Ini bukan cerita romantis.

Ini adalah salah satu alasan mengapa orang lebih memilih Harry Potter daripada Twilight. Seri Harry Potter tidak sepenuhnya seri romansa. Ya, romansa memang terjadi, tetapi tidak sampai beberapa buku terakhir, dan bahkan kemudian, itu tidak berlebihan.

Sebaliknya, seri ini tentang petualangan, fantasi, sihir, kebaikan versus kejahatan, moralitas, persahabatan, dan banyak lagi. Romantis bukanlah plot, dan bukan itu yang memotivasi karakter dalam tindakan mereka. Di dunia yang tampaknya dipenuhi dengan romansa remaja, sangat bagus untuk membaca cerita yang terutama tentang kebalikannya – persahabatan.

 

  • Rahasia Plot Twist

Sepanjang buku ada beberapa spoiler plot yang disamarkan sebagai inklusi yang dapat diabaikan yang tampaknya hanya membantu melanjutkan cerita, tidak mengungkapkan rahasia besar di masa depan. Pikirkan si kembar Weasley melempar bola salju ke kepala Quirrel – kita sekarang tahu bahwa itu akan langsung ke wajah Voldemort.

Atau salah satu favorit kami, teori 13 kursi Trelawney di meja. Di Prisoner of Azkaban, profesor ramalan menolak untuk makan dengan Dumbledore dan tamu, menyatakan: “Jika saya bergabung dengan meja, kita akan menjadi tiga belas! Tidak ada yang lebih sial! Jangan pernah lupa bahwa ketika 13 makan bersama, yang pertama akan naik adalah yang pertama mati!” Di Ordo Phoenix, ketika di Grimauld Place, saat adegan sedang makan dengan para anggota, Sirius menjadi yang pertama berdiri (dan dia juga mati di buku ke 5).

 

  • Tentang Kesehatan Mental

Rowling telah menjelaskan pada beberapa kesempatan bahwa fitur plot mengacu pada tonggak penting dalam hidupnya sendiri. Menjelajahi pengalamannya sendiri dengan depresi, dia menyamakannya dengan cara kerja Dementor yang jahat dan menghisap jiwa. Yang juga perlu diperhatikan adalah mantra yang disulap untuk mengatasi para demontor. Untuk menghilangkannya, Anda perlu menghasilkan patronus, dan untuk menghasilkannya Anda perlu menghasilkan memori dengan kekuatan yang signifikan. Intinya, ketika hal-hal di sekitar Anda terasa gelap, fokuslah pada pikiran positif dan kenangan indah.

 

Meskipun plotnya sering menjadi pusat perhatian, ada baiknya juga memperhatikan keindahan tulisannya. Begitu banyak bagian dari buku yang dapat dikutip dan berhubungan untuk dibagikan setiap saat dalam hidup. Rowling meletakan kalimat sehari-hari sekalipun itu di lihat dari sisi lain pembaca. Pembacanya pun sekarang datang dari berbagai usia, mereka menyukai bagaiman Rowling membawa cerita “umum” penyihir dari sudut pandang yang sangat berbeda dari yang sudah-sudah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.