7 Manuskrip Misterius

7 Manuskrip Misterius – Dengan banyak membaca buku, seseorang dapat menambah wawasan, pengalaman dan pengetahuannya. Akan tetapi alih-alih memberikan penjelasan dan wawasan, ada buku yang justru membuat pembacanya semakin kebingungan.

Beberapa buku dan naskah yang pernah ditemukan ternyata mengandung misteri yang hingga kini belum terpecahkan. Ditulis dengan bahasa yang tak dapat dimengerti dan berisi ilustrasi aneh yang tidak masuk akal, buku-buku tersebut menjadi buku misterius yang menarik minat banyak kalangan.

Dan beberapa teks lain buatan penyair terkenal yang sampai sekarang sulit diterjemahkan. Bahkan oleh para ahli. Berikut ini beberapa teks yang sulit dicari terjemahannya hingga sekarang :

  • Codex Seraphinianus

Awalnya diterbitkan pada tahun 1981, adalah ensiklopedia bergambar dari dunia imajiner. Buku adalah ensiklopedia naskah dengan ilustrasi yang digambar dengan tangan menggunakan pensil warna, ilustrasi tersebut biasanya aneh dan fantastis yang meliputi flora, fauna, anatomi, mode, dan makanan.

Buku ini dianggap sebagai ensiklopedia seni bergambar yang misterius dan menimbulkan perdebatan di antara ahli filsuf, ahli bahasa, ahli matematika dan seniman. Codex Seraphinianus ditulis dan ilustrasinya digambar oleh Luigi Serafini, seorang penulis, perancang dan seniman asal Italia kelahiran tahun 1949. Pengerjaan buku tersebut memakan waktu hampir 4 tahun.

Luigi Serafini – Codex Seraphinianus

Buku tersebut didesain seperti ensiklopedia alien, karena penuh dengan misteri. Bahasa yang digunakan dalam penulisan buku diduga merupakan bahasa yang dibuat oleh Luigi sendiri. Beberapa ilustrasi dapat dikenali sebagai peta atau wajah manusia; sementara yang lain (terutama dalam bab “fisika”) sebagian besar atau seluruhnya abstrak.

  • Book of Soyga

Buku ini terkenal karena berkaitan dengan John Dee, seorang pemikir andal pada era Elizabethan, yang terkenal sebab mencoba mempraktikkan berbagai hal gaib serta okultisme.

Pada tahun 1500-an, Dee dikatakan menjadi pemilik salah satu salinan Book of Soyga, dan ia diduga terobsesi untuk membuka rahasia kitab tersebut, terutama serangkaian tabel terenkripsi yang oleh John Dee dipercaya memegang kunci ke beberapa jenis pengetahuan spiritual esoteris.

Yang membuat kitab ini unik adalah 40 ribu huruf di dalamnya, yang didistribusikan secara acak, diatur dalam sebuah skema. Terdapat struktur aneh pada 36 halaman terakhir buku, yang berisi 36 baris per 36 kolom berisi huruf-huruf Latin, dengan total 46.656 karakter huruf.

Cendekiawan dan penasihat Ratu Elizabeth I, John Dee, memiliki The Book of Soyga dan mencoba memecahkan kode huruf tersebut selama bertahun-tahun. Dia bahkan berkonsultasi melalui media dengan Archangel Uriel untuk mendapatkan petunjuk.

  • Kodeks Rohonc

Ada banyak lambang-lambang keagamaan seperti Kristen, Islam dan beberapa ilustrasi simbol astronomi, seperti bintang, matahari dan bulan sabit dalam buku tersebut. Selain itu, terdapat juga petunjuk-petunjuk dan lambang pagan. Sistem penulisannya ternyata tidak kalah memesona dari ilustrasinya. Beberapa karakter pada ilustrasi tampak seperti rune, yang lain tampak bulat dan tidak jauh dari rune.

Kodeks itu dinamai kota Rohonc, di Barat Hungaria (sekarang RechnitzAustria), di mana disimpan sampai tahun 1838, ketika disumbangkan ke Akademi Ilmu Pengetahuan Hongaria oleh Gusztáv Batthyány, seorang Hongaria menghitung, bersama dengan seluruh perpustakaannya.

Sejak keberadaannya dikenal luas, kodeks ini telah dipelajari oleh banyak sarjana dan amatir, tetapi tidak ada yang berhasil memberikan terjemahan atau tafsir teks yang meyakinkan dan diterima secara luas. Kodeks ini memiliki 448 halaman kertas (12 × 10 cm), masing-masing memiliki antara 9 dan 14 baris simbol, yang mungkin berupa huruf atau tidak.

Selain teks, ada 87 ilustrasi yang memuat adegan religius, laic, dan militer. Ilustrasi kasar tampaknya menunjukkan lingkungan di mana agama Kristen, pagan, dan Muslim hidup berdampingan, sebagai simbol dari salib, sabit, dan matahari /bahkan tanda Nazi semua hadir.

  • Manuskrip Voynich

Manuskrip ini berukuran 22,5 × 16 cm, terdiri atas sekitar 234 halaman dan di dalamnya terdapat 102 lembar perkamen bergambar. Isi buku dibagi dalam 6 bagian berdasarkan ilustrasinya yakni botani, astronomi dan astrologi, biologi, kosmologi, farmasi, dan suatu bagian teks bersambung dengan hiasan sebagai penanda awal dari tulisan pendek yang diduga kumpulan resep.

Saat ini, buku misterius tersebut ada di perpustakaan buku dan naskah langka Beinecke di Universitas Yale, Connecticut, Amerika Serikat. Tak seorang pun mampu memahami isi manuskrip yang berisi teks samar. Ditulis dalam bahasa rumit dan tak dikenal, disertai dengan diagram dan ilustrasi aneh.

Para peneliti dari University of Alberta memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membaca kode-kode pada manuskrip kuno itu dengan menggunakan teknik yang disebut penguraian algoritmik. Menurut hipotesa para ilmuwan, enkripsi yang bekerja pada bahasa Ibrani tersebut bisa jadi merupakan contoh dari anagram yang diurutkan secara alfabetis (disebut alfagram). Teknik itu dilakukan dengan mengacak urutan huruf pada kata dan membuang huruf vokal. Upaya para ilmuwan untuk menguraikan 10 halaman pertama teks dengan AI mereka menghasilkan hasil yang beragam.

  • Georgia Guidestone

Monumen ini terdiri dari 4 buah lempengan granit berukuran besar bertuliskan pesan dalam delapan bahasa, antara lain bahasa Arab, Yunani kuno, Sansekerta, piktograf Babilonia kuno, dan hieroglif.

Isinya adalah sepuluh pesan yang ditujukan untuk seluruh umat manusia yang intinya adalah saran untuk (1) menciptakan sebuah pemerintahan universal yang mengatur seluruh dunia dalam satu tatanan milik bersama, (2) menjaga keseimbangan antara populasi manusia dan alam (dengan menjaga jumlah penduduk dunia agar tidak lebih dari 500.000.000 penduduk), (3) peradaban yang berdasarkan kejujuran, kebaikan, dan supremasi hukum yang tidak berpihak, serta (4) spiritualitas dalam menjalani kehidupan.

Yang pasti sebelum monumen ini berdiri, seorang pria yang mengaku bernama R.C. Christian mendatangi Elberton Granite Finishing Company pada tahun 1979 dan menyatakan keinginannya untuk membangun sebuah tugu untuk menyampaikan pesan penting kepada umat manusia. Tetapi ternyata R.C Christian adalah nama palsu. Di keterangan mengenai monumen hanya tertulis R.C Christian (bukan nama sebenarnya) dan ‘sekelompok warga Amerika yang menantikan The Age of Reason’.

  • The Vivian Girls

Di Chicagolah pada tahun 1973 sebuah penemuan yang monumental, jika menakutkan, dibuat. Henry Darger (1892-1973) adalah penyewa tua fotografer dan desainer Nathan Lerner. Henry Darger telah menjalani kehidupan yang terisolasi. Yatim piatu dan ia menemukan skrip itu di rumah sakit Chicago.

Sebagian untuk mengimbangi kehidupan sehari-hari dari kesepian dan ketidakkonsistenan, sebagian tidak diragukan lagi sebagai akibat dari penderitaan masa kecilnya sendiri, Darger mulai membangun dunia fantasi yang luas. Dia mulai mengerjakan sebuah buku monumental pada sekitar tahun 1910 berdasarkan tema perang dan penderitaan anak-anak yang tidak bersalah: “The Story of the Vivian Girls in what is known as The Realms of the Unreal, of the Glandeco-Angelinnean War storm, caused by the Child Slave Rebellion.”

Panjang judul mencerminkan panjang akhirnya buku: itu berlari ke lima belas volume dengan total lebih dari 15.000 halaman diketik dengan cermat. Di dalam bukunya, Darger bahkan muncul sendiri, sebagai Kapten Henry Darger yang gagah berani, berjuang untuk melindungi budak-anak. Yang membuat buku ini misterius adalah tidak ada yang tahu mengapa Henry yang seorang penyendiri menulis cerita seperti itu, bahkan lengkap dengan ilustrasinya. Ia mengekspresikan pandangannya tentang isu-isu seperti ketidakadilan terhadap anak-anak, hubungannya dengan Tuhan dan pentingnya melindungi kepolosan masa kanak-kanak.

  • Copious Masonic Mnemonics

Kebanyakan ritual Masonik, jika tidak dicetak dalam bahasa Inggris biasa, ditulis dalam sandi yang berfungsi sebagai petunjuk untuk skrip yang telah dihafal. Elemen inti dari sistem ini adalah kisi dan titik; beberapa fitur X, seperti gambar di atas. Ada banyak varian dari cipher ini, yang struktur dan elemennya sama, tetapi memiliki simbol yang berbeda. Setiap kemunculan huruf diganti dengan simbol yang ditentukan, dengan setiap simbol ditetapkan ke huruf dengan kunci. Lihat contoh di bawah tentang bagaimana Anda dapat membuka kunci pesan menggunakan satu iterasi dari Masonic Cipher.

Buku-buku ritual adalah apa yang digunakan seorang Mason untuk mempelajari bagiannya. Meskipun asal-usulnya yang sebenarnya tidak diketahui, diyakini berasal dari para rabi Ibrani di zaman kuno; ada juga bukti Ksatria Templar menggunakan satu selama Perang Salib Kristen di Abad Pertengahan.

Itu diketahui telah menghilang sampai abad ke-18 ketika beberapa Freemason menggunakan sandi untuk menyimpan catatan dan ritus pribadi, dan untuk korespondensi antara pemimpin pondok atau saudara. Seseorang terkadang dapat melihat pesan tersandi yang terukir di batu nisan Freemason; sandi ini juga digunakan selama Perang Saudara oleh tahanan Union untuk berkomunikasi di kamp-kamp penjara Konfederasi.

Sejarah meninggalkan naskah, kode, dan sinyal dengan beragam makna. Beberapa berhasil diungkap maknanya oleh manusia, tetapi banyak juga yang masih misterius.
Sebagian dari teks ini mungkin sengaja di buat hanya untuk diri penulisnya, golongan tertentu, bahasa isyarat ataupun bagaimana orang berkomunikasi dengan bahasa lain.

Beberapa di antara teks-teks ini di biarkan begitu saja karena beberapa penelitian memang sudah sampai pada ujungnya. Para ahli memperkirakan buku, scrip ataupun tulisan di atas dengan berbagai metode bahasa. Dan tidak semua asal usul mereka bisa di pecehakan, namun mereka tetap di simpan sebagai karya yang menakjubkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.