Indonesia Juga Punya, Penulis Legendaris

Indonesia Juga Punya, Penulis Legendaris – Sebuah karya yang ditulis dengan dedikasi tinggi pasti akan menghasilkan hal yang luar biasa. Beberapa penulis berikut ini telah berhasil mencatatkan namanya sebagai penulis yang dikenal dunia berkat karyanya yang fenomenal.

Lewat tulisan, mereka berkontribusi pada perjalanan panjang kesusastraan Indonesia. Dengan tetap menggandeng latar budaya Indonesia, para penulis legendaris ini mampu menyuguhkan alur cerita apik.

Bahkan bukan cuma dikagumi di dalam negeri, penulis-penulis berikut juga sudah dikenal luas di dunia. Karya mereka sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing dan mendapat beberapa penghargaan dari negara lain.

  • Pramoedya Ananta Toer

Sosoknya kontroversial dan banyak dipuji di kalangan penulis, namun banyak pula yang kurang suka karena pandangan ideologinya yang berbeda dengan lainnya.

Bumi Manusia sempat dilarang beredar tahun 1981 oleh Kejaksaan Agung. Larangan ini berawal dari tuduhan buku tersebut mempropagandakan ajaran-ajaran Marxisme-Leninisme dan Komunisme. Faktanya, tuduhan tersebut tidak terbukti karena di dalam tulisannya, buku ini hanya berisi soal Nasionalisme.

Pada 1965 ia ditangkap pemerintah Orde Baru atas keterlibatannya di Lembaga Kebudayaan Jakarta (Lekra). Lekra dianggap terlibat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pram ditahan di Pulau Buru selama 14 tahun. Di sana, ia menulis Tetralogi Buru, Arus Balik, Arok Dedes, dan beberapa karya lainnya.

  • Eka Kurniawan

Eka Kurniawan adalah seorang penulis yang lahir di Tasikmalaya, 28 November 1975. Novelnya yang paling fenomenal adalah Cantik Itu Luka yang pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Jendela (2002).

Novel tersebut telah dialih bahasakan ke dalam Bahasa Jepang oleh Ribeka Ota dengan judul Bi wa Kizu dan dalam Bahasa Inggris oleh Annie Tucker dengan judul Beauty is a wound. Ia sendiri merupakan lulusan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.  Pada tahun 2016, salah satu bukunya Lelaki Harimau atau Man Tiger terpilih masuk nominasi panjang penghargaan The Man Booker International Prize.

  • Taufiq Ismail

Taufiq Ismail adalah penyair dan sastrawan yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Juni 1995. Sajak-sajaknya banyak dinyanyikan oleh grup musik Bimbo. Puisi karya beliau cukup dikenal karena mampu mengombinasikan gaya bahasa yang indah dengan makna yang mendalam. Hal ini jugalah yang membuat nama beliau tak lekas lekang dimakan waktu.

Karya-karyanya telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa di antaranya Inggris dan Rusia. Ia pernah mendapat Anugerah Seni dari pemerintah (1970), Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977), dan South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (1994).

  • Haidar Musyafa

Salah satu penulis yang fokusnya novel biografi adalah Haidar Musyafa. Lelaki kelahiran Sleman, 29 Juni 1986 ini mengawali menulis sejak 2013 yang lalu. Dari awal pertama kali menekuni dunia menulis sampai sekarang, memang tidak instans. Motivasi menulis Haidar Musyafa dibandingkan penulis lain cukup menarik.

Karena dalam waktu  7 tahun (2013-2020) sudah melahirkan 30 judul buku. Haidar mengakui, keterampilan menulisnya  didapat dari proses belajar secara otodidak. Pria yang menikah dengan Duwi Listiani pada 2012 mengakui, menjadi penulis banyak pahitnya. “Sudah lelah-lelah nulis, buku belum tentu laku. Belum lagi kalau buku laku sedikit saja sudah banyak beredar buku bajakannya. Masih pula terbentur dengan pajak penulis yang cukup gede. Kalau ber-NPWP kan (pajaknya) sampai 15%. Terus dari penerbit, honor per buku yang terjual sekitar 10%. Jadinya, kalau dihitung-hitung ya, hasilnya minim,” katanya.

Meski begitu, prinsip hidup tetap bersyukur dan ikhlas dengan segala hal selalu dipegang dan selalu diupayakan. Baginya, yang terpenting tanggung jawab akan kewajiban untuk menghasilkan buku sudah selesai dan terdistribusikan dengan baik.

  • Andrea Hirata

Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung pada tanggal 24 Oktober 1982. Ia dikenal sebagai seorang penulis novel yang karyanya diangkat ke layar lebar teater musikal. Andrea Hirata adalah lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia.

Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005, karya sastra terlaris sepanjang sejarah di Indonesia loh. Karena penjualan buku bisa menembus 600.000 eksemplar di cetakan ke-25.  Jadi menulis itu pun tidak sekedar menulis kemudian dapat royalti. Bukan itu, tetapi bagaimana bisa menjadikan karya yang ditulis mampu memberikan gerakan dan semangat bagi pembaca untuk menjadi lebih baik.

  • NH Dini

Pemilik nama lengkap Nurhayati Sri Handini Siti Nukatin dikenal sebagai penulis dan seorang feminis. Nh Dini sudah tertarik menulis sejak kelas tiga SD. Tak heran jika buku-buku pelajarannya penuh dengan tulisan, yang merupakan ungkapan perasaan dan pikirannya sendiri.

Dini menulis sajak dan prosa berirama dan membacakannya sendiri di RRI Semarang ketika usianya 15 tahun. Sejak itu ia rajin mengirim sajak-sajak ke siaran nasional di RRI Semarang dalam acara Tunas Mekar. Dini juga menulis untuk Majalah KISAH, dan SIASAT. Cerpen pertamanya, Pendurhaka, bahkan mendapat kritis positif dari H.B. Jassin tahun 1951.

Ketenaran Nh Dini rupanya ‘diwariskan’ pada putra semata wayangnya, Pierre Louis Padang Coffin yang biasa dia sapa Padang. Lahir dan besar di Prancis, Padang sukses menjadi animator ternama. Karakter Minion adalah karyanya yang paling terkenal.

Bahkan bukan cuma dikagumi di dalam negeri, penulis-penulis berikut juga sudah dikenal luas di dunia. Karya mereka sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing dan mendapat beberapa penghargaan dari negara lain.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.