Suka Membaca? 5 Rekomendasi Buku Selfhealing

Suka Membaca? 5 Rekomendasi Buku Selfhealing – Banyak orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan karena banyak faktor. Biasanya di lihat dari cara mereka menanggapi masalahnya, biasanya orang-orang memilih “healing” untuk meredam hal-hal yang menganggu mereka. Healing telah didefinisikan sebagai “proses menyatukan aspek diri seseorang, tubuh-pikiran-roh, pada tingkat yang lebih dalam dari pengetahuan batin, mengarah ke integrasi dan keseimbangan dengan setiap aspek memiliki kepentingan dan nilai yang sama.

Healing juga adalah proses meringankan tentang penyakit mental atau fisik melalui kekuatan pikiran, biasanya menggunakan metode seperti visualisasi (pergi ke gallery art, menggambar atau menonton sesuatu), sugesti (membaca tentang romance atau cerita yang lebih relevant), dan manipulasi aliran energi secara sadar. Salah satunya adalah membaca buku.

Manfaat Membaca Buku

Siapa pun yang telah mengalami masalah emosional sebelum atau karena awal COVID-19 menemukan masalah mereka lebih sulit untuk ditangani, jika mereka tidak dapat mengakses profesional kesehatan mental. Tidak peduli sumber gangguan emosinya, dunia ini luas dan membaca lebih banyak buku membantu kita memahami banyak hal.

Banyak dari buku-buku itu dapat memulihkan kesehatan emosional pembaca. Mereka melakukannya dengan mengajak jiwa dan kecerdasan pembaca ke ketinggian yang lebih tinggi. Banyak orang mengabaikan tips kesehatan mental dan lebih bergantung pada orang lain secara keseluruhan, di situlah kesalahan fatalnya. Karena beberapa orang mengabaikan peringatan awal tentang dampak yang lebih sulit kedepannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Reading Agency dan dirangkum oleh Independent, membaca untuk kesenangan dapat meningkatkan harga diri, mengurangi gejala depresi, membantu membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain, serta mengurangi kecemasan dan stres.

Saat membenamkan diri dalam sebuah buku yang bagus, banyak orang dapat terbawa ke dunia yang terpisah dari dunia aslinya, dimana semantara kita berpisah dari dilema atau tekanan yang menyerang, mungkin bisa jadi solusi bagus.

 

5 Rekomendasi Buku Selfhealing

Buku-buku tertentu juga dapat membantu kalian menyadari bahwa kalian tidak sendirian dalam apa yang di alami, yang sering kali menjadi fokus proses penyembuhan: mengenali orang lain sedang mengalami apa yang di alami.

  • Tuesdays with Morrie: An Old Man, a Young Man, and Life’s Greatest Lesson by Mitch Albom

Mitch Albom’s Tuesdays with Morrie cenderung membawa air mata penyembuhan emosional. Buku ini tentang apa yang dipelajari seorang pemuda dari profesor sosiologinya yang hidup, lalu sekarat. Pada tahun 1995, Albom adalah kolumnis olahraga yang sukses untuk Detroit Free Press.

Setelah melihat mantan profesor sosiologi Morrie Schwartz muncul di Nightline, Albom menelepon Schwartz dan diminta untuk mengunjunginya di Massachusetts. Sebuah pemogokan surat kabar kebetulan memungkinkan Albom untuk mengunjungi Schwartz setiap minggu, pada hari Selasa. Buku ini menceritakan masing-masing dari empat belas kunjungan yang dilakukan Albom ke Schwartz, dilengkapi dengan kuliah dan pengalaman hidup Schwartz dan diselingi dengan kilas balik dan referensi ke peristiwa kontemporer.

 

  • Wally Lamb Books

Buku-buku Wally Lamb membuat pembacanya memiliki pengalaman yang mewakili, menjalani kehidupan orang lain halaman demi halaman. Cerita non-fiksi memungkinkan pembaca merasakan emosi orang lain, sehingga pembaca dapat memilah sendiri dan menyembuhkan seperlunya.

Wally Lamb, yang merupakan pembicara terkemuka di lembaga-lembaga dan selama acara-acara sastra, juga telah memfasilitasi lokakarya penulisan yang menargetkan perempuan yang dipenjara. Lamb berpendapat bahwa hobi masa kecilnya, di mana dia membuat buku komik, memberinya manfaat yang baik ketika dia memulai karir menulisnya yang melimpah.

 

  • Thriving as an Empath: 365 Days of Self-Care for Sensitive People by Judith Orloff

Orloff menawarkan 365 hari meditasi perawatan diri, refleksi, dan topik jurnal sebagai suntikan harian melawan stres dan kewalahan. Untuk setiap hari sepanjang tahun, bacaan ini akan membantu pembaca berkembang, sebagai empati tanpa mengambil emosi atau rasa sakit orang lain. Pembaca akan belajar seni menjaga diri tetap seimbang dan terpusat dengan mematahkan momentum kelebihan beban sensorik dan dengan menerapkan teknik perlindungan.

Pembaca juga akan menemukan rahasia kuno untuk mengakses praktik ampuh seperti memanfaatkan energi setiap musim, empat elemen, waktu suci, dan banyak lagi. Jika ingin attitude atau pembelajaran simple sehari-hari diterapkan, buku ini cocok. Dibutuhkan prinsip-prinsip dalam buku Dr. Orloff “The Empath’s Survival Guide” dan menerapkannya ke dalam praktik perawatan diri dengan cara yang sederhana.

 

  • The Time Keeper by Mitch Albom

Dari penulis yang telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia dengan buku-bukunya, Tuesdays with Morrie dan The Five People You Meet in Heaven, kini hadir novel terbarunya, The Time Keeper berkisah tentang manusia pertama yang menghitung waktu di bumi bernama Dor.

Dor merupakan pencipta jam pertama di dunia dan kelak menjadi sang Penjaga Waktu. Dor dihukum karena mencoba mengukur anugerah terbesar dari Tuhan, diasingkan ke dalam gua hingga berabad – abad dan dipaksa mendengarkan suara orang – orang yang minta diberi lebih banyak waktu. Penjualan Sang Penjaga Waktu versi bahasa Inggris menduduki peringkat ke-4 dalam kategori fiksi hardcover menurut data dari Nielsen Bookscan per tanggal 30 September 2012.

 

  • When Panic Attacks by David Burns, M.D.

Buku yang luar biasa ini mengajarkan kita bagaimana mengidentifikasi pola pikir negatif kita dan menghubungkannya dengan pikiran rasional yang lebih masuk akal. Itu memungkinkan saya untuk benar-benar mengasah pola pikir yang tidak berguna dan banyak orang senang dengan kesederhanaannya.

Ini menunjukkan kepada kita bahwa terkadang BENAR-BENAR mudah untuk menyadari dan mengubah pikiran kita! Bantulah diri kalian sendiri dan tambahkan ini ke daftar buku swadaya kalian Traci W. Lowenthal, Psy.D., Psikolog Klinis Berlisensi, CA.

 

Plus, kalian dapat belajar apa saja secara harfiah dari buku. Misalnya, setiap kali ada yang bertanya kepada Elon Musk, pendiri SpaceX, bagaimana dia belajar membuat roket, dia akan menjawab, “Saya membaca buku.” Jadi, apa yang ingin kalian pelajari hari ini?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.